
Singkawang sering kali identik dengan keramaian festival Cap Go Meh atau deretan vihara merah yang megah. Namun, bagi Anda yang berjiwa petualang, kota ini menyimpan sisi lain yang jauh lebih tenang, hijau, dan sangat autentik. Melakukan travel ke Singkawang bukan hanya soal melihat perayaan, tapi juga tentang merasakan detak jantung kehidupan lokalnya.
Jika Anda ingin menghindari kerumunan dan mencari pengalaman yang lebih “deep”, berikut adalah panduan eksplorasi sisi tersembunyi Singkawang.
Menemukan Kedamaian di Alam Singkawang
Banyak yang tidak menyadari bahwa Singkawang dikelilingi oleh lanskap perbukitan yang menakjubkan.
1. Bukit Rindu Alam (The Best Viewpoint)
Terletak di ketinggian, tempat ini menawarkan panorama 360 derajat. Anda bisa melihat garis pantai Samudra Hindia di satu sisi dan barisan pegunungan hijau di sisi lainnya. Waktu terbaik untuk datang adalah pukul 05.30 pagi untuk mengejar kabut tipis yang menyelimuti kota.
2. Air Terjun Eria
Ingin merasakan kesegaran air pegunungan yang asli? Air Terjun Eria adalah destinasi travel favorit warga lokal namun jarang terjamah turis luar. Airnya sangat jernih dan dingin, langsung mengalir dari kawasan cagar alam Gunung Raya Pasi.
Wisata Edukasi: Jejak Tembikar Tertua
Singkawang memiliki warisan yang sangat langka, yaitu Tungku Naga. Ini adalah metode pembakaran keramik tradisional yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
- Pabrik Keramik Sakok: Di sini, Anda bisa melihat langsung proses pembuatan keramik dengan tangan (hand-made) yang hasilnya diekspor hingga ke mancanegara. Bau tanah liat dan panas dari tungku naga memberikan atmosfer travel yang sangat unik dan edukatif.
Kuliner “Hidden Gems” yang Wajib Dicoba
Lupakan sejenak restoran besar, cobalah pengalaman makan ala penduduk setempat:
- Pasar Hongkong Malam Hari: Meskipun namanya terkenal, cobalah mencari lapak kecil yang menjual Sate Kuah (sate daging dengan kuah bumbu kacang dan kaldu yang hangat).
- Kopi Panas di Warung Kopi Tua: Carilah kedai kopi tanpa papan nama di gang-gang sempit dekat Jalan Diponegoro. Rasakan aroma kopi robusta yang diseduh menggunakan kain saring tradisional sambil mendengarkan obrolan hangat warga lokal.
- Limun Tradisional: Cobalah mencari minuman limun (soda lokal) produksi rumahan asli Singkawang yang memiliki rasa buah unik dan menyegarkan.
Etika Travel di Kota Toleransi
Sebagai pengunjung, menghargai budaya lokal adalah kunci utama. Singkawang sangat menjunjung tinggi keharmonisan. Saat berkunjung ke vihara atau pemukiman warga:
- Pakaian Sopan: Gunakan pakaian yang menutup bahu dan lutut saat memasuki rumah ibadah.
- Izin Memotret: Selalu minta izin sebelum memotret aktivitas ibadah atau potret wajah warga lokal.
- Ramah Tamah: Jangan ragu untuk melempar senyum atau menyapa “Halo” kepada penduduk lokal; mereka akan dengan senang hati membantu menunjukkan jalan atau memberi rekomendasi tempat makan enak.
Cara Menuju Singkawang
Untuk pengalaman travel yang lebih seru, cobalah menggunakan bus umum dari Terminal Antar Negara di Pontianak. Perjalanan ini memberikan Anda kesempatan untuk melihat pemandangan kebun kelapa dan kehidupan pedesaan Kalimantan Barat yang asri di sepanjang jalan pesisir.
Kesimpulan
Singkawang adalah kota yang memiliki banyak lapisan cerita. Melakukan travel ke sini berarti siap untuk jatuh cinta berkali-kali—baik karena kulinernya, sejarahnya, maupun kehangatan orang-orangnya. Jangan hanya jadi turis, jadilah penjelajah yang merasakan jiwa kota ini.

